Saya ingat betul, semenjak saya kecil saya ingin menjadi guru. Saya merasa bahwa guru adalah orang yang sangat cerdas. Bagi saya, guru saya adalah orang-orang hebat. Dia adalah pencetak dokter, polisi, tentara, pemain sepakbola, dan berbagai profesi lainnya. Artis seperi Julia Perez pun tak luput dari hasil polesan guru. Kalau tidak percaya tanya pada si Jupe, dari mana dia bisa belajar mambaca dan menulis? Pasti jawabnya adalah GURU.
Pada pertengahan saya mengenyam kuliah kependidikan, pikiran buruk mulai sering singgah dalam hati. Pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan mulai bergentayangan. “Benarkah guru adalah jalan hidup saya?”; “Bagaimana rasanya datang ke sekolah setiap hari dan menjumpai murid yang sama bertahun-tahun?”; “Apakah kejenuhan tidak akan melanda jika dari tahun ke tahun menyampaikan pelajaran dengan materi yang sama?” Yah, pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus merongrong mimpi saya. Apakah saya masih fokus dengan mimpi saya? Tentu Anda dapat menyimpulkan sendiri.
Dan sekarang, di Tanah Lio ini, di perantauan saya yang pertama, di dunia nyata yang baru saya singgahi beberapa bulan ini saya mendapat pelajaran berharga. “Setiap hari, tak ada satu pun hari yang terasa sama. Ada banyak kejutan yang diberikan anak-anak.” Terkadang saya jengkel dengan mereka yang tak mau mendengar, bahkan seringkali geram jika anak-nak flores yang terkenal dengan kelantangannya ribut bahkan baku hantam dikelas. Terkadang saya begitu menyayangi mereka yang selalu tampak suka cita jika saya masuk ke kelas. Terkadang saya merasa lucu melihat ekspresi mereka yang kagum akan gambar kereta api atau gambar mall besar yang saya bawa ke kelas. Terkadang saya prihatin melihat mereka yang tak lancar baca, tulis, dan hitung. Berbagai rasa itu silih berganti bertandang ke dalam perasaan saya. Namun, apa pun itu, saya merasa lebih berarti di sini. Ada kepuasan tersendiri jika saya merasa mampu berguna buat orang lain.
Banyak hal yang masih harus saya lewati. Banyak adegan yang mesti saya perankan. Entah sampai kapan, tolong Tuhan.. selalu ingatkan saya bahwa ini adalah pilihan saya!
Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar »
Selamat datang di bahasabahasaku.wordpress.com teman-temanku. Perkenankan saya untuk diterima sebagai pendatang baru di dunia blogging. Salam hangat dan rindu selalu dariku.
Ditulis dalam Blogging, My Blog | Bertanda bahasabahasaku.wordpress.com, pertama, salam hangat, salam kenal, Selamat datang | 2 Komentar »